Terpaksa


yang tadinya indah kini resah
yang tadinya manis kini mati rasa
yang tadinya tersenyum kini tutup mata
yang tadinya selalu hadir kini enggan
yang tadinya bersemi kini sepi

berhari-hari,
ideologi dan perasaan saling bertengkar
otak seakan arena pertempuran.

terima kasih atas titik perombakan yang kamu tunjukan.
maafkan saya.

ps: saya mulai terperangkap, mulai berharap, adiktif,lalu saya memilih pergi.